3 Hal yang Harus Diperhatikan Dalam Memilih Good Leader

3
91

“Hire leaders for what they can do, not what they have done, Berzin and Permuzic, 2019”

Beribu-ribu artikel dan jurnal sudah terbit membahas masalah inkompetensi pimpinan, inkompetensi jabatan dan skill yang tidak mumpuni bagi seorang pimpinan dalam menjalankan tugasnya. Studi akademis juga telah menunjukkan kasus kegagalan organisasi dalam menjalankan misinya yang disebabkan inkompentensi dan ketidak-tepatan skill dan posisi yang diduduki, hal ini akan menjadi sangat fatal apabila terjadi dalam bisnis kita tentunya.

Sistem promosi pun selama ini terjadi karena dilihat berdasarkan atas prestasi dimasa lalu yang sudah dilakukan. Berbagai organisasi pun masih menganut asumsi bahwa kesuksesan dimasa lalu akan berpengaruh positif terhadap kesuksesan dimasa depan, meskipun tanggung jawabnya berbeda tanpa memperhatikan detail pekerjaan yang ada.

Organisasi tentunya akan mencari orang paling tepat untuk peran pemimpin perlu mengubah sudut pandangnya dalam proses seleksi, tentunya akan menjadi pertanyaan untuk diri sendiri sebelum kita mengisi peran sebagai seorang leader:

  1. Apakah sang kandidat memiliki skill untuk menjadi leader yang efektif dan memiliki kontribusi yang tinggi untuk tanggung jawab yang baru?

Menjadi leader bukan hal yang mudah, selain membutuhkan skill dan integritas, leader yang baik dipengaruhi oleh kemampuan beradaptasi dan kemampuan mempelajari hal-hal yang baru. Selain itu perilaku juga berpengaruh sebagai contoh banyak kapten lapangan hijau yang berprestasi namun setelah pensiun beranjak menjadi pelatih namun tidak se cemerlang ketika dulu bermain, begitu pula sebaliknya. Hal ini berarti setiap tingkatan tanggung-jawab memerlukan skill yang berbeda, perspektif yang berbeda, sikap serta kedewasaan yang berbeda.

  1. Apakah Parameter Suksesnya Dapat Dipertanggung-jawabkan

Biasanya indikator yang sering dipakai untuk promosi diberikan oleh atasannya langsung. Hal ini membuat pengukuran kinerja menjadi cenderung bias, politis dan kecenderungan subjektifnya besar. Hal ini juga sering terjadi dimana perempuan cenderung lebih banyak mendapatkan promosi meskipun performanya dapat dikatakan identik. Banyak juga organisasi mempromosikan orang untuk posisi leader karena mereka berhasil membuat “kesan yang bagus” meskipun hasilnya tidak sesuai.

Apakah diperusahaan anda masih terjadi hal demikian? Jika tidak, maka yang harus kita pikirkan adalah objectif dari proses promosi tersebut. Apakah  anda mencari pimpinan yang mampu menghasilkan hasil yang bagus? Membuat orang lain bekerjasama? Pendengar yang baik dan mampu mendevelop orang lain? Atau anda sebenarnya mencari pimpinan yang mampu menghubungkan antar lini, mampu berinovasi dan mampu mengembangkan bisnis? Setiap perusahaan memiliki kebutuhan yang berbeda-beda tipe pemimpinnya pada setiap timelinenya. Orang yang berprestasi saat ini belum tentu mampu menjadi orang dibutuhkan ketika perubahan organisasi terjadi secara mendadak.

  1. Anda ingin Maju atau ingin Mundur

Sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa kunci sukses memilih pemimpin adalah kemampuan memprediksi masa depan, bukan sebagai bentuk hadiah di masa lalu. Yang menjadi masalah bagi organisasi adalah cara mereka mengidentifikasi orang yang paling mampu memimpin tim anda untuk tetap tumbuh dan berkembang melalui masa-masa sulit, segala bentuk kompleksitas, ketidak-pastian dan perubahan yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Setiap orang pasti punya kisah sukses dimasa lalu dan pastinya memiliki potensi untuk sukses juga dimasa depan.

“Children learn how to make good decisions by making decisions, not by following directions.” — Alfie Kohn

Pada masa sekarang dimana organisasi dituntut untuk mengikuti perubahan yang sangat cepat sesuai dengan tuntutan teknologi. Apa yang dilakukan sekarang dan dimasa lalu belum tentu sesuai untuk masa depan, maka dari itu perusahaan dituntut untuk berfikir outside the box. Artinya orang-orang yang berfikir berbeda layak untuk diberi kesempatan dan layak untuk diberi skill tambahan berupa kepemimpinan dan pengaruh.

baca juga : 7 Hal Menakjubkan Yang Sosial Media Marketing Dapat Lakukan Untuk Bisnis Anda

Ada baiknya kita mencontoh orang-orang yang terlihat seperti “belum siap” dan menganalisa mereka berdasarkan ambisi, reputasi, dan pasion bisnisnya. Sering kali anak muda malah lebih lincah dan lebih percaya diri dan mampu berubah menjadi pemimpin besar, meskipun tidak punya pengalaman sebelumnya. Nadiem Makariem  (CEO Gojek), William Tanuwijaya (CEO Tokopedia), Adamas Belva (CEO Ruangguru), Haryanto Tanjo (CEO Mokapos) dan masih banyak lagi.

Artikel yang mungkin anda suka : 4 Hal Penting Dalam Memobilisasi Influencer pada Bisnis Anda

Sudah saatnya untuk memikirkan kembali gagasan tentang kepemimpinan. Jika anda mampu dan berani maka cobalah untuk mengubah pola pikir perusahaan dengan membuat gebrakan baru dalam sistem promosi, atau dengan kata lain mulai mempertimbangkan mereka yang memiliki potensi tinggi, bukan hanya mereka yang berperforma tinggi.

Setyo Ajie
IG : @Kakjijun
IoT Enthusiast
24 Oktober 2019

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here